site hit counter Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya | Gubernur: Jawab Kepercayaan dengan Program pro Rakyat
Selamat Datang di Website Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya

Gubernur: Jawab Kepercayaan dengan Program pro Rakyat

Kategori : Pemerintahan Rabu, 19 Juli 2017 - Oleh admin_acehjaya

Aceh Jaya - Sebagai pasangan yang mendapatkan suara mayoritas dari masyarakat, Bupati dan Wakil Bupati Aceh Jaya yang baru dilantik, harus mampu menghadirkan pemerintahan yang mengayomi dan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh, Drh H Irwandi Yusuf, dalam sambutan singkatnya usai melakukan pengambilan sumpah dan pelantikan Drs HT Irfan TB dan Teungku Yusri S, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Jaya, masa bakti 2017-2022, Selasa (18/7/2017).

Sebagaimana diketahui, pada Pilkada lalu, pasangan Irfan TB dan Tgk Yusri berhasil meraup suara sebesar 65,70 persen, jauh mengungguli dua pasangan calon lainnya.

"Kepercayaan itu tentu saja tidak boleh disia-siakan. Saudara Irfan dan Yusri harus mampu menjawabnya dengan kesiapan menjalankan program-program yang pro rakyat," himbau Gubernur.

Sementara itu, untuk menyelaraskan program pembangunan, di Aceh, Gubernur menghimbau agar visi dan misi yang diusung Bupati Aceh Jaya dapat seiring sejalan dengan Visi dan Misi Pemerintah Aceh.

"Secara garis besar, program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh 2017-2022 yang kami siapkan mengusung visi 'Terwujudnya Aceh damai dan sejahtera melalui pemerintahan yang bersih, adil dan melayani," kata Gubernur.

Untuk mendukung visi tersebut, Irwandi telah menyusun beberapa program prioritas yaitu, Aceh Seujahtra, Aceh SIAT, Aceh Caròng, Aceh Energi, Aceh Meugoë dan Meulaôt, Acèh Troë, Acèh Kreatif, Acèh Kaya, Acèh Peumulia, Acèh Damê, Acèh Meuadab, Acèh Teuga, Acèh Green, Acèh Seuninya, dan Acèh Seumeugot.

"Program tersebut merupakan isu-isu kebijakan yang digali dari kondisi riil masa sekarang dan kebutuhan rakyat Aceh dimasa yang akan datang."

Irwandi menambahkan, program-program tersebut akan dituangkan ke dalam RPJM Aceh, dan akan menjadi acuan dalam penyelenggaraan pembangunan di Aceh untuk lima tahun ke depan.

"Berdasarkan ketentuan yang berlaku, penyusunan dokumen RPJM di Kabupaten Aceh Jaya, juga harus mengacu kepada RPJM Aceh dan RPJM Nasional. Karena itu, mari sama-sama kita menjalankan program-program terbaik untuk rakyat," tambah Gubernur.

Maksimalkan Potensi Aceh Jaya

Sebagai daerah yang memiliki banyak sektor potensial untuk dikembangkan. Gubernur menghimbau agar Pemkab dapat memanfaatkan lahan yang tersedia untuk budidaya pertanian masih cukup luas.

"Sektor peternakan sangat menjanjikan untuk lebih ditingkatkan di daerah ini mengingat wilayah berupa padang rumput yang masih luas tersedia. Hasil perikanan lautnya juga sangat menonjol, karena hampir semua wilayah kecamatan di Aceh Jaya ini berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia," imbuh Gubernur

Selain itu, sambung Irwandi, sebagai daerah lintasan di wilayah pantai barat Aceh, Kabupaten Aceh Jaya juga berpotensi mengembangkan usaha di sektor perdagangan dan jasa, termasuk juga dalam hal pariwisata.

"Dalam hal ini, akses jalan menjadi suatu keharusan untuk semakin melancarkan arus ekonomi antar berbagai wilayah, termasuk wilayah Aceh Jaya ini, di samping juga pembangunan infrastruktur sebagai penunjang aktivitas perekonomian."

Pesan Gubernur untuk Pemkab Aceh Jaya

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan beberapa pesan kepada Bupati dan Wakil Bupati Aceh Jaya, diantaranya menghimbau agar kembali merangkul masyarakat yang sempat memiliki perbedaan dukungan dukungan pilkada lalu.

"Istilah dukung mendukung sudah tidak ada lagi. Saudara harus mampu merangkul semua pihak agar tidak terkotak-kotak, sehingga bisa bersama-sama membangun wilayah ini dengan mengenyampingkan perbedaaan-perbedaaan yang ada sebelumnya," ujar Gubernur mengingatkan.

Irwandi juga berpesan agar Pemerintahan saat ini dapat melanjutkan berbagai program strategis yang sudah dijalankan sebelumnya.

Selanjutnya, Gubernur menghimbau agar Pemkab selalu memberikan perhatian kepada kelompok marginal, seperti fakir miskin, petani yang tidak memiliki lahan, anak yatim, dan sebagainya. "Arahkan kebijakan pembangunan sesuai pada kebutuhan dan menampung aspirasi masyarakat."

Sementara itu, sambung Irwandi, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Aceh, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan angka kemiskinan, Pemerintah Aceh akan memusatkan perhatian kepada peningkatan investasi, pariwisata dan perdagangan yang terintegrasi dari hulu ke hilir dengan fokus kepada sektor agro industri, infrastruktur ekonomi, maritim, dan energi.

"Kami mengharapkan agar pembangunan di wilayah ini bisa seiring sejalan dengan langkah tersebut, tentunya disesuaikan pula dengan berbagai potensi yang dimiliki oleh Kabupaten ini."

Terkait dengan pembangunan terowongan Geurutee, Gubernur mengungkapkan bahwa secara bersama akan tetap melakukan pendekatan dengan Pusat. Namun, secara bersamaan Pemerintah di tingkat daerah juga harus mempersiapkan berbagai faktor pendukung lainnya.

Gubernur jug memerintahkan agar Pemkab dapat memaksimalkan keberadaan pelabuhan Calang sebagai langkah untuk mendukung program tol laut yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. "Kembangkan Pelabuhan Calang itu, sehingga menjadi pintu perdagangan internasional di wilayah pantai barat Aceh.

"Ciptakan iklim investasi yang kondusif, dengan menghadirkan keamanan, kenyamanan, kepastian hukum, serta proses pengurusan izin yang cepat, efektif dan efisien bagi para investor," sambung Irwandi.

Sementar itu, untuk mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas, Gubernur mengimbau agar Bupati da Wakil Bupati menjalankan program reformasi birokrasi dengan menerapkan prinsip-prinsip transparansi, akuntanbilitas serta tanggungjawab moral yang tinggi.

Gubernur juga mengingatkan agar proses pengesahan APBK selalu tepat waktu setiap tahunnya agar program-program pembangunan dapat dimulai lebih awal. Untuk itu, Gubernur menghimbau agar Pemkab menjalin komunikasi yang baik dengan DPRK.

Layani Masyarakat tanpa Pilih Kasih

Gubernur juga mengingatkan agar Pemkab dapat menyelenggarakan pemerintahan yang menyentuh seluruh elemen masyarakat tanpa pilih kasih.

"Selesaikan permasalahan sosial yang terjadi, seperti pemberian listrik gratis, tunjangan hidup lansia secara adil jangan ada pilih kasih. Terkait mutasi pegawai, baik PNS, tenaga kontrak maupun bidan PTT, maupun penunjukan Guchik harus dilakukan sesuai aturan yang berlaku," tegas Gubernur.

Penertiban ternak juga menjadi salah satu hal yang disinggung oleh Irwandi, dalam sambutannya.

Segera lakukan penertiban ternak yang berkeliaran di jalan karena dapat memicu kecelakaan dan korban jiwa. Jangan sampai kedaulatan sapi melebihi kedaulatan manusia. Sudah lebih 10 jiwa melayang di Aceh Jaya saja. Bagaimana mungkin kita mempromosikan pariwisata, sementara sapi masih bebas berkeliaran di jalan raya."

Selanjutnya, Irwandi juga menyampaikan tentang tugas dan fungsi Gubernur di Aceh Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. "Selain sebagai Kepala pemerintahan di tingkat Provinsi, Gubernur juga merupakan Wakil Pemerintah Pusat di daerah."

"Gubernur memiliki tugas dan wewenang melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Pemerintahan kabupaten/kota. Untuk itu saya berharap kita dapat membina komunikasi dan kerjasama yang baik agar kita dapat merancang pembangunan yang terintegrasi dan bersinergi."

Sementara itu, menanggapi permintaan Bupati Aceh Jaya terkait dengan alokasi dana otsus yang tidak lagi di kelola kabupaten/kota. Irwandi menimpali dengan gayanya yang khas dan humoris.

"Untuk dana otsus, kita sudah coba 60-40, kita sudah coba 40-60 untuk kabupaten/kota. Tahun depan biarlah kita coba 100 persen di kelola Pemerintah Aceh, karena yang punya wilayah dan lokasi pembangunan tetap di kabupaten/kota," ucapnya disambut tawa dan tepuk tangan para hadirin.

"Terimakasih dan apresiasi yang tinggi saya sampaikan kepada Saudara Azhar Abdurrahman dan Teungku Maulidi atas pengabdiannya. Dan, selamat bekerja kepada Bupati dan Wakil Bupati yang baru. Semoga menjadi pemimpin yang amanah dan mampu menghadirkan perubahan bagi Kabupaten Aceh Jaya," pungkas Gubernur Aceh.


Siap Dukung Pemerintah Aceh

Sementara itu, Irfan TB, dalam pidato singkatnya usai dilantik sebagai Bupati Aceh Jaya, menyatakan siap menjalankan Pemerintahan Aceh Jaya yang baik dan memberikan pelayanan kepada masyarakat serta mendukung program Pemerintah Aceh.

Senada dengan harapan Gubernur, Irfan menegaskan, bahwa usai dilantik, dirinya adalah milik seluruh masyarakat Aceh Jaya, dan bukan hanya milik partai pengusung semata.

"Insya Allah, seluruhnya akan menjadi tanggungjawab dan perhatian kami. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan dukungan dari seluruh masyarakat Aceh Jaya agar semua program yang telah kami gagas dapat terlaksana demi Aceh Jaya yang lebih maju di masa mendatang.

"Perbedaan pandangan politik saat kontestasi pilkada lalu adalah dinamika yang wajar. Sekarang, saatnya kita bersama-sama bahu membahu membangun Aceh Jaya. Kami juga membutuhkan dukungan, masukan dan bantuan dari para pasangan mantan calon bupati Aceh Jaya yang sama-sama ikut kontestasi pada Pilkada lalu. Mari memberi sumbangsih terbaik untuk Aceh Jaya Tercinta," Sambung Irfan.

Rapat Paripurna Istimewa DPRK Aceh Jaya dipimpin langsung oleh Ketua DPRK, Musliadi Z. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Nanggroe Aceh, PYM Malik Mahmud Al-Haytar, seluruh unsur Forkopimda Aceh dan Aceh Jaya, serta Mantan Wakil Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf.