site hit counter Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya | Baru 32 desa di Aceh Jaya yang bebas dari BAB sembarangan
Download Syarat dan Lampiran Penerimaan CPNS Aceh Jaya 2018 disini

Baru 32 desa di Aceh Jaya yang bebas dari BAB sembarangan

Kategori : Kesehatan Jumat, 29 Maret 2019 - Oleh admin

Calang  - Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Jaya mencatat dari 172 desa pada tahun 2018 di daerah itu ternyata baru 37 desa yang bebas dari buang air besar (BAB) sembarangan.

Data yang diterima media, kecamatan dan desa yang sudah Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari buang air besar sembarangan yaitu Kecamatan Jaya, terdiri atas Desa Darat, Rumpet, Krueng Tunong, Ujong Seudheun, Jambo Masi, Gampong baro, Panton Makmur, Pasar Lamno, Babah Ie, Leupe, Seurba, Meutara, Glee Jong, Lamme, Meudheun dan Desa Sapek.

Kecamatan Indra Jaya terdiri atas Desa Meunasah Rayeuk, Keude Unga, Babah Dua, Teumareum, Kuala, dan Desa Ujong Muloh.

Kecamatan Sampoiniet terdiri atas Desa Puloe Raya, Kuala Bakong, Meunasah Kulam, Cot Langsat, Mata Ie, dan Babah Nipah.

Kecamatan Panga, hanya Desa Gunong Meulinteung, sedangkan Kecamatan Krueng Sabee, terdiri atas Desa Dayah baro, Keutapang, sentosa, Bahagia, Kabong, Gampong Keude Krueng Sabee, dan Desa Mon Mata.

Kecamatan yang belum ODF adalah Kecamatan Pasie Raya, Kecamatan Teunom, Kecamatan Setia Bakti dan Kecamatan Darul Hikmah.

Sementara itu Bupati Aceh Jaya Drs. H T Irfan TB kepada media Kamis (28/3) menyampaikan dengan masih adanya desa yang masih belum ODF, pihaknya berharap agar bisa menjadi pemicu kepada gampong (desa) lain untuk mencapai ODF.

"Kami berharap agar 32 desa ini bisa menjadi motor nantinya, untuk membuat desa lainnya yang belum ODF bisa mencapai ODF," ujar Irfan Tb pada acara Deklarasi Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan di Desa Mon Mata, Kamis (28/3).

Karena pola buang air besar sembarangan ini, kata Irfan, ada keterkaitan dengan kesehatan lain seperti stunting (anak bertubuh kecil) sehingga hal ini juga dapat memicu kesehatan masyarakat di dalam desa tersebut tidak sehat.

Irfan menyampaikan hambatan selama ini yang menjadi kendala adalah prasarana yang belum memadai di rumah masing-masing dan masih ada mindset masyarakat yang senang BAB di tempat terbuka.

"Kami berharap ke depan semua desa di Aceh Jaya nantinya bebas dari BAB sembarangan," harap T Irfan Tb. ()