Download Syarat dan Lampiran Penerimaan CPNS Aceh Jaya 2018 disini

Pulau Keuh Patek Aceh Jaya Eksotis Bahari Pemikat Turis

Kategori : Wisata & Lingkungan Selasa, 09 Juli 2019 - Oleh admin

Calang – Pulau Keuh merupakan salah satu dari sekian banyak keindahan alam bahari di Bumoe Poe Teumeureuhom, Kabupaten Aceh Jaya.

Lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Kota Calang, ibukota dari Kabupaten Aceh Jaya, tepatnya di Kilometer 122, Desa Patek Kecamatan Darul Hikmah, keberadaannya sudah mulai diketahui publik sejak tahun 2017 silam.

Selain airnya yang jernih dan tenang, Pulau Keuh juga memiliki hamparan pasir putih juga dikelilingi pohon kelapa di sepanjang pantai. Keberadaan terumbu karang dihiasi segala jenis spesies ikan menjadikannya sebagai salah satu lokasi terbaik untuk snorkling.

“Lokasi Pulau Keuh ini dapat ditempuh sekitar 15 menit dari dermaga Desa Patek, dengan menggunakan speed boat berkapasitas penumpang 10 orang,” tutr Habibi, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa setempat kepada waspadaaceh.com, Sabtu (6/7/2019).

 

Kalau jarak, terangnya, hanya berjarak sekitar 25 kilometer dari Pusat kota Calang dan tarif speed boat hanya Rp50.000/orang untuk pulang pergi.

“Kalau dari Banda Aceh Ke Desa Patek, cuma sekitar 2 jam dan menggunkan mobil. Dari dermaga menuju ke Pulau Keuh, sekitar 20 menit lah,” imbuhnya.

Pulau Keuh, ungkap Habibi, selain indah dengan pantai dan tumbu karang, juga salah satu lokasi paling cocok untuk memancing dan berselancar.

“Pada November 2017 lalu, sudah pernah diadakan lomba memancing dengan nama kegiatan Keuh Island Fishing Competition. peserta yang mengikutinya hampir mencapai 1000 orang dari Aceh Besar, Banda Aceh, Bireuen, Lhokseumawe, Langsa, Meulaboh, dan pemancing lokal di Aceh Jaya,” tutur pria sarjana filsafat ini.

Karena masih adanya keterbatasan transportasi, pengunjung harus memberitahukan terlebih dulu 1 hari sebelumnya kepada pengelola supaya bisa dikondisikan tranportasi menuju ke Pulau Keuh.

“Jika ada yang mau kesana, bisa menghubungi dulu ke 085277763538, nanti akan dipandu,” pungkasnya.

Sejauh ini, tambahnya, semenjak dibuka untuk umum dan sampai sekarang, jumlah pengunjung baik lokal mau pun dari luar, bahkan wisatawan mancanegaram hampir mencapai 4 ribu lebih.

“Asal bersedia mengikuti peraturan dan tidak melanggar kearifan lokal di desa kami, Pulau Keuh ini terbuka bagi siapa saja,” tandasnya.

Selain itu dia berpesan kepada para pengujung diwajibkan melapor dan menjaga keaslian pulau tersebut dengan tidak membuang sampah sembarangan. Juga dilarang bepergian bagi non muhrim serta dilarang berkunjung pada setiap hari Jumat.

“Walaupum belum ada sama sekali fasilitas umum, kami berharap setiap pengunjung tetap menjaga kebersihan pantai dan tidak merusak terumbu karang,” tuturnya.